Segala puji hanya milik Allah semata , Sholawat serta salam semoga tercurah atas Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang tidak ada Nabi lagi setelahnya .
Betapa ringan lisan yang punya kebiasaan menggunjing , mencari- cari kesalahan orang lain .
memaki , mencela , menuduh , yaah...masih banyak lagi yang semisal .
Dan terkadang tanpa disadari nyrocos saja gak berhenti.
bagaimana perilaku buruk semacam ini harus dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT.
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه , dari Nabi ﷺ Beliau bertanya, ”Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?”
Mereka (para sahabat) menjawab, ”Orang yang bangkrut diantara kami adalah orang tidak mempunyai dirham (uang) dan harta.”
Rasulullah ﷺ menerangkan, ”Sesungguhnya Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakatnya, namun dia dahulu sewaktu di dunia telah mencela si ini, menuduh berzina si itu, memakan harta si ini, menumpahkan darah si itu, dan telah memukul orang lain (dengan tidak hak), maka diberikan kepada mereka pahala kebaikan dari orang ini.
maka apabila kebaikannya sudah habis sebelum dia melunasi segala dosanya (kepada orang lain), maka kesalahan orang yang dizalimi di dunia itu dibebankan kepadanya,
sampai kemudian ia dilemparkan ke api neraka.”
Hr.Muslim (2581), At-Tirmidzi (2418)
apa sih ghibah itu..?
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُوْلَ اللهِصلى الله عليه و سلم قَالَ :
أَتَدْرُوْنَ مَا الْغِيْبَةُ ؟ قَالُوْا : اللهُ وَ رَسُوْلُهُ
أَعْلَمُ، قَالَ : ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ،
فَقِيْلَ : أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِيْ أَخِيْ مَا أَقُوْلُ ؟
قَالَ : إِنْ كَانَ فِيْهِ مِا تَقُوْلُ فَقَدِ اْغْتَبْتَهُ,
وَ إِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ مِا تَقُوْلُ فَقَدْ بَهَتَّهُ
Dari Abu Huroiroh radliyallahu ‘anhu bahwsanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tahukah kalian apakah ghibah itu? Sahabat menjawab : Allah dan Rosul-Nya yang lebih mengetahui. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Yaitu engkau menyebutkan sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu”, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya : Bagaimanakah pendapatmu jika itu memang benar ada padanya ? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Kalau memang sebenarnya begitu berarti engkau telah mengghibahinya, tetapi jika apa yang kau sebutkan tidak benar maka berarti engkau telah berdusta atasnya”.
Jangankan menzalimi orang. Sekedar ghibah/membicarakan aib/keburukan orang saja meski benar, dosanya seperti memakan mayat saudaranya sendiri: Allah ta'ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ
الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا
وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ
أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ
وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” [Al Hujuraat 12]
--------------------------------
Silahkan disebarkan sehingga bermanfaat bagi saudara kita yang lain
مَنْ دَلَّ علي خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِه
" Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan. Maka baginya mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan " ( Hr.Muslim : 3509 ).
----------------------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar