Minggu, 01 Januari 2017

Penyesalan penduduk neraka

بسم الله ، الحمد لله وحده ، والصلاة والسلام على رسول الله    من لا نبي بعده
 Segala puji hanya milik Allah semata , sholawat serta salam semoga tercurah atas Nabi Muhammad sholallahu alaihi wassalam yang tidak ada Nabi lagi setelahnya .
Bagaimana mungkin seseorang tidak mempertanggung jawabkan atas segala bentuk perbuatannya selama ada di dunia.
apapun yang dilakukan seseorang di Dunia, pastilah Allah SWT akan meminta pertanggung jawaban.
Setelah Malaikat Maut mencabut Ruh dari Badan seseorang.
maka setelahnya orang tersebut memetik Hasil dari ujian yang selama di dunia dikerjakannya.

Bagi mereka orang-orang Beriman yang takut kepada Allah SWT dan melaksanakan segala bentuk perintahnya , tentu sedikit dan mudah pertanyaannya yang dilakukannya .
Sedangkan bagi mereka yang lalai dari mengingat Allah SWT , sungguh .., penyesalan yang akan diterimanya kelak di Yaumil akhir.
sebagaimana penyesalan yang mereka katakan.
Andaikan kami taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا

“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata, ‘Alangkah baiknya andaikan kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.” (QS. Al-Ahzab: 66).
Bahkan Hartanya pun tidak bermanfaat sedikitpun.

مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيهْ

“Hartaku tidak memberi manfaat kepadaku sama sekali.” (QS. Al-Haqqah: 28)
Apa yang mereka katakan kemudian Andaikan dahulu aku mengerjakan amal shalih.

يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

“Dia mengatakan, ‘Alangkah baiknya andaikan aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini.’” (QS. Al-Fajr: 24)

Kematian bukanlah akhir segalanya. Bahkan, kematian adalah awal hidup abadi yang sebenarnya, di negeri akhirat. Surga atau neraka, itulah tempat tinggal terakhir bagi setiap manusia.

Tingkah laku di dunia harus kita pertanggung-jawabkan, ketika telah tiba masa hisab. Perbuatan baik, perbuatan buruk, semuanya.

Dalam Islam, keyakinan terhadap hari akhir merupakan salah satu rukun iman. Berbekal iman tersebut, seorang muslim dituntut untuk berpacu agar memanfaatkan hidup.

Hidup di dunia ini ibarat masa menanam, dan hidup di akhirat adalah masa menuai. Kalau tidak maksimal menanam kebaikan, bagaimana mungkin bisa menuai kebahagiaan?

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاً وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُون

“Apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian dengan sia-sia dan kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al-Mu’minun: 115)
Allahu a'lam...
--------------

Silahkan disebarkan sehingga bermanfaat bagi saudara kita yang lain

مَنْ دَلَّ علي خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِه

" Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan.  Maka baginya mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan "
( Hr.Muslim : 3509 ).
-------------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar